Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Selasa, 08 April 2014
kediaman MULTATULI di kota Natal - indonesia
pintu gerbang rumah Multatuli di kota Natal.
namun sayang nya seiringan dengan perkembengan jaman dan tuntutan untuk mendirikan RSU, maka dibongkarlah kediaman Multatuli ini yang sebelumnya dijadikan sebagai puskesmas.
pembongkaran ini dilakukan pada masa jabatan bupati MADINA Amru Daulay, dan kemudian dibangun RSU.
sungguh sebuah tindakan yang ceroboh dan tidak memperhitungkan situs sejarah.
anehnya sudah hampir 1 dekade namun RSU tersebut masih seperti puskesmas. mulai dari dokter yang kurang, perawat senior, dan perlengkapan yang tidak memadai.
konon menurut sejarah rumah ini dijadikan Multatuli untuk mengobati orang pribumi yang sakit pada masa penjajahan. sebuah tindakan yang menyebabkan Beliau dihukum oleh pihak Belanda, yang kemudian di pulangkan ke Belanda.
lokasi : Natal, indonesia
Natal, Pasar V. Natal, Natal, Mandailing Natal 22988, Indonesia
Selasa, 01 April 2014
peninggalan sejarah yang terlupakan
sebuah peninggalan sejarah yang terdapat dipuncak bukit sikara -kara, kecamatan natal
ketika diberi tahukan kepada penulis tentang adanya peninggalan sejarah di bukit sikara - kara, penulis merasa tergerak untuk melihat secara langsung. Ketika ada waktu senggang penulis pun pergi bersama dengan dua orang kawan tanpa membawa setetes air minum pun.
sesampainya di kaki bukit penulis merasa yakin dapat menyelesaikan perjalanan menuju kepuncak. setelah melalui perjalanan yang panjang dan melelahkan sampai - sampai penulis tergeletak kelelahan di tengah perjalanan. penulis merasa sangat tenang dan kekuatan pun tumbuh kembali melihat keindahan alam di NATAL. dan benar saja tentang adanya peninggalan sejarah yang berupa tugu dan batu yang tertancapkan padanya sebutir peluru timah putih di sebuah batu.
pada tugu tersebut terdapat tulisan tahun dan kata yang tidak di mengerti penulis.
dan ketika penulis menanyakan tentang asal usul tugu tersebut, penulis tidak mendapatkan jawabannya.
sungguh sebuah peninggalan sejarah yang perlu dijaga dan membutuhkan akses jalan untuk menuju ke puncak bukit tersebut.
dapatkah pemerintah memanfaatkan peninggalan sejaraah ini sebagai objek Wisata???
ketika diberi tahukan kepada penulis tentang adanya peninggalan sejarah di bukit sikara - kara, penulis merasa tergerak untuk melihat secara langsung. Ketika ada waktu senggang penulis pun pergi bersama dengan dua orang kawan tanpa membawa setetes air minum pun.
sesampainya di kaki bukit penulis merasa yakin dapat menyelesaikan perjalanan menuju kepuncak. setelah melalui perjalanan yang panjang dan melelahkan sampai - sampai penulis tergeletak kelelahan di tengah perjalanan. penulis merasa sangat tenang dan kekuatan pun tumbuh kembali melihat keindahan alam di NATAL. dan benar saja tentang adanya peninggalan sejarah yang berupa tugu dan batu yang tertancapkan padanya sebutir peluru timah putih di sebuah batu.
pada tugu tersebut terdapat tulisan tahun dan kata yang tidak di mengerti penulis.
dan ketika penulis menanyakan tentang asal usul tugu tersebut, penulis tidak mendapatkan jawabannya.
sungguh sebuah peninggalan sejarah yang perlu dijaga dan membutuhkan akses jalan untuk menuju ke puncak bukit tersebut.
dapatkah pemerintah memanfaatkan peninggalan sejaraah ini sebagai objek Wisata???
Langganan:
Postingan (Atom)

