Tampilkan postingan dengan label wisata alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata alam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 November 2017

Progres Wisata Pantai yang Kurang Perhatian

Pantai Natal

Indahnya panorama alam diwilayah Pandai memang sudah menjadi primadona bagi masyarakat internasional. Juga menjadi devisa bagi daerah tersebut. Tidak heran perintah pusat saat ini begitu getol mengkampanyekan pariwisata di negeri ini. Bahkan memberikan visa gratis bagi para wisatawan mancanegara. Para penikmat wisata pantai selalu meluangkan waktunya untuk mengunjungi daerah - daerah pantai yg masih alami. Namun sangat disayangkan begitu banyak daerah pantai yang dibiarkan begitu saja, bahkan dirusak. Banyak daerah pantai yang punya potensi sangat menjanjikan untuk sumber pendapatan daerah yang menjadi lumbung sampah. Juga wilayah pantai yang lautnya keruh akibat tambang - tambang masyarakat yg tidak memperhitungkan dampak lingkungan. Penambangan pasir diwilayah pantai yg merusak  lingkungan. Perubahan fungsi hutan manggrove menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. Pengerukan pasir sungai untuk pembangunan perumahan dan gedung pemerintahan / swasta. Tambang emas dan mineral di hulu sungai. Ditambah lagi zat - zat beracun yang berserakan disungai dan laut yang berasal dari pertambangan. Juga ulah nakal para nelayan yang menggunakan pukat harimau dalam menangkap ikan yang berakibat punahnya keanekaragaman hayati di lautan.


Minggu, 25 Desember 2016

Panorama Ranah Nata

Pantai Lobuong Ranah Nata -Natal
Sikara - kara Natal
Sikara - kara Natal
Pantai Natal
Pantai Sikara -kara Natal
Sunset Pantai Natal
Pantai Natal
Pantai Buburan Natal
Pantai Natal
Persawahan Sikara-kara Natal
Sunset Kota Natal

Sumber : fb Alvyn.
Fotografer : Alvyn.



Nur Alamsyah Batubara AMB

Jumat, 02 Oktober 2015

PULAU MURSALA atau MANSALAAR


Pulau Mursala

Pernah mendengar kata mansalaar? Atau Pulau Mursala? Mungkin ini bukan kata-kata yang cukup familiar di telinga masyarakat Indonesia. Tapi justru kata ini sudah cukup terkenal di kalangan internasional.

Sebenarnya Mursala adalah nama sebuah pulau di Kabupaten Tapanuli Tengah. Pulau terbesar di Tapanuli Tengah ini seluas 8000 hektar. Pulau ini dihuni puluhan kepala keluarga. Yang paling mencolok dari pulau ini adalah adanya air terjun yang airnya langsung jatuh ke permukaan air laut Samudera Hindia. Airnya berasal dari aliran sungai terpendek di dunia yaitu sepanjang 700 meter.


Pulau Mursala di Pantai Barat Sumatera Utara
Nama mursala tak lahir begitu saja. Pada abad ke-VII, banyak bangsa Arab yang datang ke Tapanuli Tengah untuk melakukan pertukaran komoditi. Pulau inilah yang kemudian menjadi tempat ibadah mereka. Mursala berarti mushalla atau tempat ibadah. Adapula yang menggabungkan kata mur dan shalat. Intinya adalah tempat ibadah.

Tak melulu tentang air terjun dan sejarahnya, kawasan Pulau Mursala ini juga kaya dengan ragam terumbu karang. Di kawasan ini juga terdapat pusat konservasi terumbu karang di Sumatra Utara.



Di balik pesonanya, ternyata air terjun Pulau Mursala ini juga memiliki legenda tersendiri yang berkembang di masyarakat sekitar. Konon, air terjun ini merupakan tempat bermain seorang putri cantik bernama Putri Runduk. Putri Runduk memiliki kolam tempat mandi di atas air terjun dari mana air terjun ini mengalir. Menurut cerita, Putri Runduk adalah permaisuri Raja Jayadana yang memerintah Kota Kerajaan Barus Raya, sebuah kerajaan Islam di wilayah Sumatera Utara pada abad ke-7 M. Putri Runduk memiliki paras yang cantik rupawan sehingga termahsyur sampai ke luar kerajaan. Disebutkan bahwa Raja Sanjaya dari Mataram dan Raja Janggi dari Sudan, Afrika pun tertarik dengan kecantikan sang Putri. Putri Runduk bisa sampai di Pulau Mursala karena melarikan diri dari negerinya yang sudah porak poranda akibat diserang dan dikuasai oleh Raja Sanjaya, yang kemudian direbut oleh Raja Janggi. Suaminya terbunuh dan Putri Runduk tidak mau dinikahi oleh Raja Sanjaya, di antaranya karena perbedaan agama (Putri Runduk beragama Islam sedang Raja Sanjaya beragama Hindu). Dikisahkan pula bahwa sang Putri menceburkan diri ke laut saat dikejar Raja Janggi, lalu hilang.


Terumbu karang di sekitaran Pulau Mursala. Photo by: Annes Sembiring
Sisi lain yang lebih menarik adalah pulau mursala ini sudah dua kali dijadikan lokasi syuting pembuatan film baik film nasional maupun Hollywood. Dulu pulau ini pernah menjadi lokasi shooting dalam film King Kong yang diluncurkan pada tahun 2005. Film bergenre science fiction ini adalah satu film yang pernah populer di dunia. Pernah pula dijadikan lokasi syuting Film Indonesia yang berjudul Mursala. Wajar saja kalau akhirnya pulau ini terkenal hingga ke mancanegara dan menjadi tujuan wisatawan para turis luar negeri.


Film King Kong ini menjadikan Pulau Mursala memiliki hewan-hewan purbakala

Cerita rakyat Pulau Mursala juga difilmkan oleh sineas Indonesia dalam Film berjudul Mursala
Air terjun pulau mursala.





Sumber : www.klikhotel.com